DESTINASI TANPA PROSTITUSI, MUSTAHILKAH ?
HIDAYAT
SorotKita- Semua orang
mengakui daya pikat prostitusi dari zaman ke zaman tak sedikit pun luntur,
terlebih kami yang berada disini, di sebuah tempat wisata, bersembunyi di balik
alasan-alasan logika yang serasa benar,
semuanya berhasil membuat semua serasa wajar dan lumrah saja untuk
menerima mereka berada disini.
Kami yang
menyuarakan suara sumbang seolah tak sedikitpun berpengaruh, kami justru yang
di pandang subjektif dengan sebutan si munafik, hingga semakin hari keberadaan
mereka semakin tak terhindarkan, mereka merasa di butuhkan, semua makin pelik.
Hingga
akhirnya Juli 2006, Alam memporak-porandakan semuanya, ratusan korban seolah menjadi
peringatan bagi semua, yang membuat saya berpikir, akhirnya semua telah
berakhir, kini semua bisa lenyap tanpa sedikitpun perdebatan, kini satu dekade
berselang harapan dan bayangan kami di masa itu tak sedikit pun terjadi,
sedikit demi sedikit mereka kembali lagi, dan lagi tak satu pun yang mencekal
mereka, kini semuanya kembali sulit.
Saya akui
memang mereka menjadi daya pikat, mereka bisa membuat sebuah wisata menjadi destinasi
banyak orang, tapi sebandingkah mereka dengan kerusakan akan kemurkaan alam
yang harus terus-terusan mengingatkanya.
Sebuah
kemustahilankah jika berharap wisata ini menjadi jauh lebih bersih dari hal
seperti itu? saya memang belum melakukan apapun, kini saya memang tak banyak berpengaruh, tapi jauh dalam
keinginan ini saya berharap bisa lebih baik, agar alam juga bisa
senantiasa baik pada kita - SorotKita.
Category: Sosial


Peratamax!!
BalasHapus